Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Bisnis Gorengan Untung 100 Juta Bersih Perbulan. Mungkinkah?


pengusaha jual gorengan omset ratusan juta

Banyak email masuk yang bertanya seputar bagaimana cara mengawali bisnis. Ada juga yang bertanya bisnis apa yang cocok untuk saat ini...

Mungkin postingan ini akan menjawab keraguan dan kebingungan Anda saat ini. 

Tulisan saya di http://senangpromo.blogspot.com ada salah satu alternatif cara yang paling mudah untuk dijalani. Dan beruntungnya, bisa dimulai dengan minim modal.

Kebingunan tidak akan memberikan solusi apapun. Jika kita terus menerus terhenti dengan kata "bingung" maka solusi semakin menjauh. Berbeda jika kita berani mengambil tindakan, meskipun kecil. Tapi dampaknya, perlahan namun pasti akan membawa kita kepada solusi yang tepat.

Kita tidak akan tahu apakah suatu bisnis cocok atau tidak jika belum kita jalani.

Bukan ide yang tidak ada, bukan juga modal yang tidak punya. Namun lebih kepada ketidakpercayaan pada diri sendiri, itulah penghambat terbesar yang sering kali menggagalkan langkah awal seseorang dalam memulai bisnis.

Percayalah, tidak ada istilah bisnis recehan jika kita sudah mengetahui ilmunya. Mari kita simak ilustrasi di bawah ini

Misalkan Anda berencana untuk memulai jualan pisang goreng dengan menggunakan gerobak. Memang sekilas ide ini bukanlah ide yang terdengar WOW dan unik. Bahkan cenderung seperti ide yang biasa saja.

Tapi.. Coba Anda bayangkan jika satu hari dari satu gerobak bisa menghasilkan 100ribu keuntungan bersih. Berarti hasilnya kurang lebih 1,5 juta dalam sebulan. Ingat, itu keuntungan bersih yaa, artinya sudah dikurangi modal bahan baku dan juga operasional.

Itu dari satu gerobak. Bagaimana jika Anda memiliki 100 gerobak? Anda memiliki potensi penghasilan sebesar 150juta perbulan. Dengan melakukan scale up terhadap faktor kali, pendapatan Anda sudah jauh melesat.

Setelah membaca ilustrasi diatas, Anda sudah mulai terbayang kan? Jika manajemen dalam bisnis sudah berfungsi dengan baik. Maka, yang tadinya bisnis recehan, kita tidak akan lagi menganggap bisnis tersebut recehan. Tentunya dengan ilmu yang tepat, semua bisa dilakukan.
Beberapa pembaca http://senangpromo.blogspot.com memulai bisnis dari hal yang paling mudah. Dengan cara memanfaatkan internet sebagai media pemasaran. Saya sangat senang mendengar mereka yang berhasil.

Anda sudah semakin mengerti sekarang. Bahwasanya.. sehebat apapun ilmu, sehebat apapun metode, setebal apapun buku bisnis yang sudah dibaca, jika tanpa diiringi dengan praktek adalah hal yang sia-sia. 

Kesuksesan didapat bukan dari sebanyak apa pengetahuan Anda, tapi dari sebanyak apa pengalaman Anda. Pengetahuan tidak akan berarti tanpa pengalaman.

Jadi, saya tegaskan sekali lagi...

"Berhentilah meremehkan ide yang Anda miliki. Mulailah memilih ide bisnis apa yang akan dijalani. Dan berjanjilah segera ACTION! Wujudkan mimpi dengan ikhtiar nyata dan doa yang ikhlas!"

3 Alasan Kenapa Anda Harus ACTION Bisnis Meski Modal Belum Ada

3 alasan tepat memulai bisnis meski tanpa modal

"Pengen sih mulai, tapi kan belum punya modal"

"Nanti aja deh kalau udah ada modalnya"

"Mmmh bingung harus memulai, modal aja belum ada kok.."


Kira-kira 3 kalimat itulah yang sering saya dengar ketika bertanya kepada orang-orang yang katanya berminat untuk bisnis namun belum memiliki modal. Sangat disayangkan sekali, ketiga alasan diatas adalah alasan realistis namun sama sekali tak masuk akal. 

Mungkin hal ini juga terjadi kepada Anda pembaca setia blog www.onino.web.id.

Ingin sekali memiliki bisnis namun terkendala oleh faktor modal. Dan celakanya, Anda mengira bahwa kondisi ketiadaan modal adalah alasan tepat untuk Anda mengurungkan niat memulai bisnis.

Berikut ini 3 alasan mengapa Anda harus segera action memulai bisnis meski belum memiliki modal cukup.

1. Takkan Ada Hasil Pekerjaan Tanpa Ada Awalan yang Dikerjakan


Anda berfikir dan berencana untuk berangkat ke mall sekedar jalan-jalan di akhir pekan. Namun apa jadinya jika sepasang kaki Anda tidak mau mulai melangkah. Entah melangkah menuju kendaraan pribadi Anda, atau melangkah menuju halte terdekat untuk naik bus kota yang akan mengantarkan Anda kepada Mall yang dituju.

Bayangkan jika Anda hanya memikirkan tujuan dan keinginan namun tidak mengambil tindakan kecil yang mendekatkan Anda mencapai tujuan tersebut, kira-kira apakah keinginan Anda akan terwujud?

Jika Anda berfikir bahwa modal adalah awalan segalanya, mungkin Anda perlu membaca salah satu tulisan saya yang berjudul 4 Hal yang Wajib Anda Miliki Sebelum Memulai Bisnis Selain Modal

Pada artikel tersebut saya sudah menjelaskan betapa kesuksesan suatu bisnis tidaklah mutlak ditentukan oleh modal tunai yang Anda miliki.

Melalui artikel ini saya ingin meyakinkan diri Anda, bahwasanya di muka bumi ini mustahil ada suatu akhir tanpa adanya awalan. Ya! Saya kataan demikian karena sifat yang tanpa awal dan tanpa akhir hanyalah milik-Nya.

2. Selalu Ada Solusi Setelah Masalah, dan Selalu Butuh Tindakan untuk Mengatasinya.


Ya! Saya percaya bahwa selalu ada solusi atas setiap masalah yang terjadi di sekitar kita. Konteks percaya dalam hal ini bukan sekedar dalam kacamata iman, namun ini tentang keteraturan semesta. Bayangkan, jika yang atheis saja mengakui adanya keteraturan yang terjadi di alam ini. Apakah pantas Anda yang beragama dan meyakini bahwa semua kejadian berada dalam urusan-Nya, lalu malah tidak percaya bahwa setelah masalah akan ada solusi?

Jika Anda percaya, bersegeralah menjebloskan diri Anda kepada masalah awal dalam bisnis. Karena setelah masalah pasti akan muncul solusi, dan setelah solusi pasti membutuhkan tindakan, dan begitu seterusnya sampai muncul masalah baru. Bisnis yang besar adalah bisnis yang memiliki masalah yang tidak kecil.

Apakah Anda kira bisnis Anda tidak akan bermasalah jika memiliki modal tunai yang cukup? Saya rasa tidak. Pasti akan muncul masalah lain yang juga sama rumitnya dan bahkan jauh lebih rumit lagi ketimbang sekedar tidak memiliki modal.

3. Kepercayaan Diri dan Reputasi Adalah Modal Utama


Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan ini, karena saya pernah menyinggung hal ini pada artikel terdahulu yang berjudul Dalam Bisnis Kepercayaan Diri Itu Asset Penting yang Harus Ada. Namun sekedar ingin mempertegas saja bahwa bisnis tidak akan berjalan baik tanpa adanya kepercayaan pembeli kepada Anda, kepercayaan penanam modal kepada Anda, dan kepercayaan klien bisnis kepada Anda.

Jika catatan keuangan Anda baik di bank, tidak memiliki cacat BI checking, mudah saja bagi Anda untuk mengajukan kredit pinjaman modal. Benar tidak? Saya kira sangat benar.

Jika bisnis Anda sudah dijalankan, dan orang lain mulai melihat keseriusan Anda dalam menjalankan bisnis, mudah saja bagi investor untuk menitipkan uangnya kepada bisnis yang Anda kelola. 

Mungkin tidak? Saya fikir ini sangat mungkin terjadi. 

Daripada Anda menawarkan investasi kepada seorang investor terhadap bisnis yang sama sekali belum Anda mulai. Sekalipun Anda menjanjikan sistem bagi hasil dengan persentase besar kepadanya. Karena apa? investor pun bukan orang bodoh yang bisa dengan mudah tergiur dengan iming-iming Anda. Bahkan lebih parahnya lagi, Anda akan dianggap pembual. Hufst... miris.

Sobatpreneur...

Ketika Anda serius, ketika Anda bertekad ingin maju. Maka mulailah sekarang juga untuk melangkah mewujudkannya!!

Jangan sampai Anda kehilangan momentum, jangan sampai Anda kehilangan semangat akibat menunda-nunda memulai bisnis.

Barakallahu fikum..



Dalam Bisnis, Kepercayaan Diri Itu Asset Penting yang Harus Ada!

cara meningkatkan kepercayaan diri bagi pengusaha muda

Sobatpreneur..

Saya teringat waktu pertama kali memulai jualan baju fashion wanita, ada sedikit rasa malu ketika harus menawarkan produk kepada calon customer. Dan rasa malu itu menjadi lebih besar dihadapan teman-teman saya sendiri. Terlebih lagi ketika saya harus rela dan pasrah dengan istilah online shop yang menyebut penjualnya dengan sebutan "sist..". Padahalkan saya lelaki berjenggot lhoo...haha

Seiring dengan waktu berjalan, ternyata rasa malu itu sedikit demi sedikit terkikis dan habis. Tentu saja hal ini tidak serta merta terjadi begitu saja. Terlebih lagi ketika saya mulai menyadari bahwa yang namanya menjual itu bukanlah perkara mudah. Ditambah lagi menjual secara online, antar penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung.

Saya mulai menikmati pola-pola strategi berjualan yang hasilnya berbeda-beda. Dan saya menjadi lebih menikmati lagi ketika beberapa pola yang sudah saya coba membuahkan hasil (profit) yang patut disyukuri. Dan sampai fase tersebut, akhirnya saya mulai bangkit dan memantapkan diri sebagai seorang penjual online.

Mungkin rasa malu ini juga terjadi kepada Anda sekarang?

Ya! Bisa jadi, Anda yang terbiasa dengan sebutan bapak/ibu di kantor, dengan seragam rapi ala kantoran, menjadi rendah diri ketika harus menjual produk mengatasnamakan diri Anda. Padahal kalau difikir lagi, antara kerja di kantoran dan menjadi penjual sama-sama saja kok. Anda kerja di kantor pada intinya membantu owner perusahaan untuk berjualan sekalipun posisi Anda bukan sebagai marketing. Betul kan?

Lalu mengapa Anda lebih pede membantu orang lain berjualan daripada menjual langsung produk Anda sendiri?

Sobatpreneur..

Menurut saya, kepercayaan diri sebagai seorang penjual merupakan bagian dari intangible asset (aset tak berwujud) yang perlu dimiliki oleh setiap pengusaha.

Karena begini, 

Bagaimana mungkin Anda dapat sukses menjual produk sedangkan Anda tidak yakin dengan produk dan diri Anda sendiri pada saat menawarkan kepada calon pembeli. Kalau memang menjadi seorang pengusaha adalah pilihan Anda, lalu mengapa rasa malu mesti melunturkan motivasi Anda?

Pada artikel terdahulu saya pernah menuliskan "Meluruskan Niat Bisnis itu Sangat Penting Bagi Pemula" Coba gali kembali apa niatan terdalam Anda menjebloskan diri ke dunia wirausaha?
Dunia dimana tidak banyak orang merasa tertarik menjalani prosesnya. Meskipun nanti tidak banyak orang juga yang bisa menikmati hasilnya.

Kesuksesan menjadi seorang pengusaha bukan saja sebatas menjadi seorang pedagang besar. Melainkan keberhasilan sebagai seorang pemimpin sekaligus partner bagi karyawan dan orang-orang disekitar bisnis Anda. Coba saja Anda bayangkan, tentulah Anda tidak ingin memiliki seorang pemimpin perusahaan yang minder bukan? Nah begitupun dengan karyawan Anda kelak.

Kata politikus, setiap hari adalah perubahan. Sedangkan kata pengusaha, setiap hari adalah kemajuan. Kemajuan kualitas diri dan kuantitas penjualan. Setuju?

Mari kita bangun rasa percaya diri dalam jiwa seorang pengusaha. Perlahan dan pasti membangun karakter diri yang kuat sebagai personal branding Anda. Karena kelak, akan banyak sekali orang-orang yang membutuhkan Anda.

Saya punya beberapa kiat bagi Anda yang ingin menguatkan kepercayaan diri:
1. Banyak membaca
2. Lakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif
3. Biasakan berbicara dengan intonasi tegas
4. Berani memulai pembicaraan dengan orang yang baru Anda kenal
5. Sering berdiskusi dalam forum-forum sesama pengusaha

Silahkan mulai besok, sobatpreneur bisa mempraktekkan ke-5 point diatas dalam kehidupan sehari-hari Anda. Lakukan secara konsisten selama 1 bulan, dan saya yakin Anda akan merasakan perbedaannya. Ingat! Karakter kepribadian seorang owner akan mempengaruhi karakter karyawan dan akhirnya mempengaruhi karakter perusahaan Anda dalam jangka waktu yang lama.

Hati-Hati! Jangan Sampai Anda Menjadi Pengusaha Bermental Karyawan

menjadi pengusaha dan karyawan

Saat Anda membaca judul artikel ini mungkin sedikit mengerutkan dahi mencoba menangkap apa makna sebenarnya. Percaya atau tidak, kondisi ini hampir dialami oleh setiap orang yang baru saja terjun memulai wirausaha.

Lalu apa sih maksud dari 'pengusaha bermental karyawan' ??

Sobatpreneur dimanapun Anda berada saat ini, ada banyak orang diluar sana yang memilih menjalani dunia usaha namun mindset dan cara pandangnya terhadap bisnis masih seperti seorang karyawan. Entah munkin ini terjadi karena memang sebelumnya dia adalah seorang karyawan yang kemudian memilih resign dari kantor lalu membuka usaha sendiri. 

Pola pikir dan tindakan masih belum mencerminkan sebagai seorang pengusaha sejati. Bisa jadi saat ini Anda mengaku diri sebagai pengusaha namun pada kenyataannya gairah Anda setiap harinya dalam mencapai target bisnis masih sebatas memenuhi rutinitas harian.

Padahal, sebagai seorang pengusaha setiap hari adalah dinamis, aktivitas hari ini tidak harus sama dengan hari kemarin. Setiap hari adalah peningkatan gairah pencapaian target. 

Seorang karyawan yang bermental pengusaha itu lebih baik daripada pengusaha yang bermental karyawan. Untuk itu, sobatpreneur pembaca setia blog www.onino.web.id jangan sampai mengklaim diri sebagai pengusaha namun pada kenyataannya masih bersikap seperti karyawan.

Untuk menghindarinya, lebih baik Anda simak 

Berikut ini adalah perbedaan mental pengusaha dan karyawan.

1. Passion Sukses
- pengusaha akan mengejar gairah dan tujuan mereka! Mereka tahu dengan persis apa yang mereka ingin lakukan dalam kehidupan.
- Karyawan hanya memiliki sedikit gairah dan dorongan untuk mencapai tujuan. Mungkin mereka punya mimpi tapi sering mereka patah arang saat berhadapan dengan orang-orang pesimis karena dianggap gila mau menukarkan kemapanan dan kenyamanan hanya untuk stres menjalani gaya hidup pengusaha yang tidak pasti.

2. Keuangan
- pengusaha suka mengendalikan keadaan keuangan mereka dengan ketat. Mereka bekerja dengan perintah sendiri dan menentukan sendiri berapa banyak yang harus mereka dapatkan atas hasil jerih payah mereka. Mereka dengan leluasa akan bisa menentukan bayaran mereka sendiri.
- Sementara karyawan tidak bisa secara Mandiri menentukan nilai kerja keras mereka. Hal itu sedikit banyak tergantung pada atasan yang memimpin perusahaan mereka.

3. Ambisius
- pengusaha selalu berkata “harus jadi nomor satu”! Tidak ada yang seantusias itu dalam mengucapkan tujuan mereka menjadi nomor satu.
- Para pegawai menghabiskan waktu untuk meniti karir dan bekerja keras untuk mendaki jenjang karir yang sudah pasti.

4. Benefit
- pengusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat! Tak hanya bagi keluarga, pengusaha juga biasanya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum di sekitarnya. Mereka suka memberikan pengaruh positif pada orang lain.
- Karyawan biasanya mengambil apa yang telah tersedia meskipun itu bukan yang mereka inginkan.

5. Fleksibilitas waktu
- pengusaha bisa menghabiskan waktu mereka dengan keluarga dan orang-orang terkasih lebih banyak! Karena mereka memimpin, mereka bisa menentukan waktu untuk keluarga dengan leluasa.
- Karyawan harus terikat dengan alokasi waktu yang telah ditentukan atasannya agar bisa meluangkan waktu dengan keluarganya. Kini banyak pekerja menghabiskan waktu lebih banyak dengan  para teman kerja dibandingkan keluarganya.

6. Manajemen resiko
- pengusaha tak segan ambil risiko! Ini penting karena tanpa keberanian ambil risiko, tidak ada dinamika dalam bisnis dan kehidupan. Risiko memang punya dua mata pisau, yang bisa melukai lawan dan kita sendiri. pengusaha tahu bahwa risiko ialah sebuah keharusan untuk mencapai sukses.
- Pegawai berpikir risiko hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan. Mereka lebih suka bermain aman dan bermental takut untuk kehilangan apa yang sudah mereka kumpulkan.

7. Penentu Kebijakan
- pengusaha menentukan aturan main! Merekalah orang-orang yang bertanggung jawab atas usaha mereka. Mereka menentukan aturan, jam, dan jadwal mereka sendiri. Sementara karyawan mengikuti aturan yang pengusaha buat.
- Karyawan melakukan apa yang disuruh, kapan harus dilaksanakan, dan bagaimana seharusnya pekerjaan dilakukan.

8. Self upgrading
- pengusaha terus perbaiki diri! Mereka membantu orang mengubah dunia. Mereka menemukan hal-hal baru tentang diri mereka dalam setipa langkah bisnis mereka. Tiap pengusaha memiliki sesuatu untuk diberikan pada masyarakat dan perekonomian agar menjadi lebih baik.
- Karyawan cenderung terfokus pada diri mereka sendiri dan tidak belajar atau menemukan hal baru tentang diri mereka.

9. Berani beda
- pengusaha menantang status quo! Mereka tahu untuk bisa menjadi lebih baik dan makmur dari sekarang mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukan oleh orang lain. Inilah mengapa banyak orang berpikir orang yang mendirikan usaha sendiri adalah orang gila.
- Karyawan lebih suka mengikuti orang lain. Mereka suka mengikuti arus/ tren, bahkan jika arus itu menggiring mereka ke sebuah jurang penuh karang!

10. Motivasi sejati
- pengusaha selalu memiliki alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Tanyakan itu pada setiap orang yang memiliki usaha. Mereka tahu alasannya. Alasan itu biasanya dibangun atas dasar emosi dan gairah. Alasan itu bisa berupa inspirasi dari seseorang.
 - Karyawan, sebaliknya, hanya tahun apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya, tanpa tahu untuk apa mereka melakukannya.

4 Hal Ini WAJIB Anda Miliki Sebelum Memulai Bisnis Selain Modal

cara menjalankan bisnis sendiri


Baru-baru ini saya kedatangan seseorang yang mengaku ingin memulai usaha. Pada saat awal pembicaraan, beliau sudah menggebu-gebu membicarakan keterbatasannya dalam hal permodalan (uang). Mungkin hal ini pernah juga terjadi kepada Anda yang ingin sekali memulai bisnis, tapi terbentur oleh faktor modal usaha. Betul?

Namun tahukah Anda, bahwa setidaknya ada 4 hal yang terlebih dahulu harus dipersiapkan sebelum berbicara mengenai uang. Mungkin Anda pernah mendengar cerita dari orang-orang di sekitar Anda yang mengalami kegagalan saat pertama kali berbisnis kemudian merugi puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kemudian karena cerita-cerita tersebut Anda malah mengurungkan niat untuk terjun kedalam dunia wirausaha.

Padahal, bisa jadi penyebab utamanya karena dia terlalu percaya diri dan berfikir bahwa modal uang adalah segalanya kemudian lalai mempersiapkan hal-hal non teknis sebagai pilar utama seseorang sebelum memulai bisnis. 

Ada 4 hal yang harus Anda persiapkan sebelum memulai bisnis selain uang, apa sajakah itu?

1. Mental


Saya sering membaca buku-buku motivasi atau perjalanan sukses seseorang ternama baik di Indonesia maupun di dunia. Setidaknya saya mencatat ada satu kesamaan dari setiap cerita tersebut, yaitu mental juang yang tinggi dan semangat pantang menyerah.

Mental disini lebih mengerucut kepada jiwa kepemimpinan. Kemampuan Anda dalam mendisiplinkan diri menjadi topik utama yang harus dilakukan dalam menggembleng jiwa kepemimpinan. Sebelum nantinya memimpin karyawan perusahaan Anda sendiri, tentu saja Anda harus bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Jangan terlalu banyak toleransi terhadap diri sendiri, Anda harus bisa lebih keras 'memaksa' untuk melawan rasa malas.

2. Doa Orang Tua


Guru saya pernah berkata bahwa mahkota ilmu ada di para guru, dan mahkota doa adanya di kedua orang tua. Mungkin saja saat ini Anda berfikir bahwa Orang tua Anda sudah sangat tua renta, sehingga tidak akan banyak mengerti kalaupun Anda harus bercerita banyak mengenai rencana bisnis Anda. 

Padahal bukanlah nasehat, bukan pula arahan strategis yang Anda perlukan ketika menceritakan rencana bisnis Anda, melainkan doa dan restu orang tualah yang Anda butuhkan. Ya! itu saja cukup. Doa orang tua akan menyertai Anda disetiap aktivitas merintis bisnis. Harap diingat, bahwa semua kejadian di muka bumi ini tidak ada faktor kebetulan. Semua sudah berdasarkan rencana dan kehendak-Nya. Dan mungkin Anda juga sudah tahu bahwa restu Tuhan terletak pada restunya kedua orang tua.

Kalau boleh saya bercerita sedikit, mungkin Anda tidak percaya bahwa di Bandung ada salah satu pengusaha kuliner yang setiap bulan presentasi mengenai perkembangan bisnisnya kepada kedua orang tuanya yang sudah berusia lanjut. Hal ini dilakukan karena baginya, kedua orang tuanya adalah komisaris tertinggi dalam bisnis. 

Tidakkah Anda menyadari, bahwa tiada satu hal pun yang bisa menggantikan peran doa orang tua. Coba saja Anda fikirkan, untuk masalah uang sebagai modal, Anda bisa mendapatkannya dari orang lain (investor) atau mungkin dari dana pinjaman. Tapi untuk doa orang tua? Apakah bisa Anda dapatkan dari investor? atau bisakah Anda dapatkan dari gesek tunai kartu kredit? 

3. Relasi


Semua orang setuju bahwa relasi menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan Anda membangun usaha. Siapa yang mengira bahwa dengan banyaknya relasi, Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan, baik itu yang bersifat materi maupun yang non-materi, ya minimal bisa memetik pelajaran berharga dari pengalaman mereka.

Dan satu-satunya cara dalam mengembangkan relasi adalah melalui aktivitas silaturahmi. Cobalah untuk menghubungi daftar teman lama Anda di facebook, twitter atau media sosial lainnya. Aktifkan kembali komunikasi, dan berkunjunglah secara langsung untuk menyambung tali silaturahmi. Saya yakin, Anda pasti akan banyak sekali menemukan inspirasi yang sangat berguna untuk bisnis Anda.

4. Doa dan Kerja Keras


Mental sudah kuat, doa dan restu orang tua sudah didapat, relasi sudah meningkat, selanjutnya Anda hanya perlu bekerja keras hingga mimpi didapat. Kegigihan Anda dalam mengejar setiap peluang menjadi ujung tombak keberhasilan Anda dalam menjalankan bisnis. 

Selain kerja keras, Anda harus mau untuk lebih giat ladi dalam berdoa. Bukan sekedar terucap, akan tetapi harus terwujud kedalam satu tindakan. Kesesuaian doa dan usaha akan menjadi energi tambahan yang melesatkan potensi diri Anda. Terus melaju dan meroket dengan diiringi rasa syukur setiap waktu.

Bagaimana? Apakah Anda sudah mempersiapkan keempat hal diatas?

Uang bukan segalanya, meski segalanya memang butuh uang. Persiapan non teknis diatas bukan saja berfungsi untuk kesuksesan bisnis, akan tetapi sebagai penyeimbang perkembangan kepribadian Anda menjadi seorang entrepreneur yang berkepribadian matang dan berpengalaman. 

Apa komentar Anda? silahkan tuliskan di kolom yang tersedia pada bagian bawah artikel ini.

Mau berdiskusi langsung dengan saya? follow twitter @onino99

Jangan Takut Punya Hutang, Takutlah Menjadi Pengkhianat

manajemen hutang dalam bisnis


Dalam sudut pandang umum, hutang adalah beban. Namun dalam sudut pandang khusus, hutang adalah investasi motivasi. Tentu saja jenis hutang yang dimaksud adalah hutang produktif. Artinya, hutang yang bisa mendatangkan uang, bukan hutang konsumtif.

Ini adalah salah satu mindset yang harus Anda perkuat ketika ingin memulai bisnis tanpa modal uang. Karena Anda masih bisa mengoptimalkan modal lainnya yang justru lebih penting daripada modal uang.

Apakah itu?
1. Reputasi diri
2. Kepercayaan
3. Relasi
4. Kerja keras

Saya kira Anda sepakat dengan saya bahwasanya hakikat bisnis adalah silaturahmi. Anda harus membangun kepercayaan, memulai hubungan dengan supplier, menjalin hubungan baik dengan customer, dan juga menjaga kepercayaan investor. Kesemuanya itu bisa wujudkan dengan jalan bersilaturahmi.

Ketika semua hubungan tadi sudah baik, permasalahan dana hanyalah urusan waktu saja. Anda bisa membuat kesepakatan pembayaran mundur dengan supplier, atau menampung dana terlebih dahulu dari customer yang lebih akrab dikenal dengan sistem pre-order.

Jika Anda memiliki reputasi baik, relasi bisnis Anda akan percaya terhadap diri Anda sebagai orang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Bukan tidak mungkin akhirnya mereka berani memberikan hutang kepada Anda. Bisa hutang dana atau hutang produk/jasa atas pembayaran dimuka. 

Lalu kemudian doa dan ikhtiar Andalah jawabannya. Kerja keras Anda dalam mengejar pelunasan sebelum jatuh tempo, itulah yang saya maksud dengan investasi motivasi. Tanpa disadari, tanggal jatuh tempo pembayaran akhirnya menjadi pengontrol indikator keberhasilan target kerja Anda.

Oleh karenanya, jika saat ini motivasi kerja Anda sedang menurun. Coba cek dua hal berikut:
1. Mungkin Anda lupa dengan takdir Anda sebagai pemenang? Atau
2. Anda tidak memiliki hutang bisnis?

Anda mungkin tidak bisa menentukan hasil, tapi Anda tetap bisa mengontrol proses melalui kerja keras. Jangan menyerah oleh rasa malas. Ingatlah!! Ketika Anda malas itu berarti sedang memulai pengkhianatan terhadap diri sendiri.

Kok gitu?

Coba fikirkan, antara Saya dan Anda sama-sama berasal dari sel sperma dan sel ovum kedua orang tua kita bukan? Dari jutaan sel sperma, ternyata hanya satu yang berhasil menembus sel ovum. Dan sel sperma itu adalah Anda yang sekarang, yang sedang membaca blog ini. Ya! Anda adalah SANG PEMENANG.

Anda terlahir ke dunia ini karena Allah telah menakdirkan Anda sebagai pemenang, yang berhasil menyingkirkan jutaan sel sperma lainnya ketika berlomba menuju sel telur ibu. Lalu mengapa kita saat ini menjadi malas dan memilih untuk kalah? Bukankah itu pengkhianatan?

JANGAN TAKUT PUNYA HUTANG, TAKUTLAH MENJADI PENGKHIANAT

Tapi ingat yaa.. hutangnya untuk bisnis bukan untuk membeli smartphone baru. Hehe