Tampilkan postingan dengan label Internet Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet Marketing. Tampilkan semua postingan

Ternyata Trik Ini Ampuh Meningkatkan Penjualan di Media Sosial



Bagi pebisnis online, baik itu dropshiper maupun reseller yang menggunakan internet sebagai saluran penjualan tentu sangat peduli dengan jumlah trafik yang bisa didatangkan setiap harinya. Karena dari trafik itulah akan muncul minat pembeli dan terjadinya transaksi penjualan. Salah satu sumber trafik yang paling mudah dimanfaatkan adalah sosial media.

Sudahkah Anda memanfaatkan akun sosial media untuk meningkatkan penjualan dan membesarkan bisnis Anda dalam jangka panjang? Kalo belum wahhh rugi banget deehh...

Dengan semakin banyaknya pengguna sosial media yang terus bertumbuh setiap harinya, tentu saja ini bisa kita jadikan sebagai kolam trafik. Artinya, Anda bisa mendatangkan pengunjung dari sosial media untuk menambah trafik website atau toko online Anda.

Ada tiga proses dalam menjaring trafik dari sosial media hingga membuahkan transaksi untuk penjualan produk Anda. Saya akan ulas ketiganya secara singkat saja.

Trafik Generate


Proses ini adalah cara mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Anda perlu membuat website maupun toko online Anda ramai pengunjung. Bisa dengan cara optimasi SEO atau melalui iklan berbayar. Upayakan menjaring pengunjung website yang memang sesuai dengan target Anda. Misalnya Anda menjual perlengkapan bayi, tentunya wanita bisa menjadi target yang lebih baik daripada pria.

Trafik Leads


Dari sekian banyak pengunjung website, pastinya tidak seluruhnya benar-benar tertarik dengan produk Anda. Beberapa dari mereka ada yang pergi begitu saja, dan sebagian lagi tertarik dengan produk dan penawaran yang Anda jual. Tanda terjadinya trafik lead, bisa berupa invite kontak BBM dan aplikasi messenger Anda lainnya. Atau ketika calon pembeli menghubungi Anda melalui email maupun telfon langsung.


Trafik Konversi


Dari beberapa leads yang masuk, selanjutnya Anda perlu melakukan konversi. Mengubah mereka menjadi pembeli produk Anda. Banyak sekali penjual online yang belum optimal melakukan konversi ini. Kebanyakan mereka menjadi pasif saat berinteraksi dengan calon pembeli.

Lalu pertanyaan besarnya, bagaimana cara melakukan ketiga hal diatas dengan mengandalkan media sosial?

Saya akan mulai menjelaskan dari langkah yang paling dasar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda yang baru saja memulai bisnis online agar bisa mengikuti step by step yang akan saya jelaskan sesaat lagi.

Di bawah ini adalah salah satu contoh sahabat saya yang berhasil closing dengan soft selling. Dia baru pertama kali memulai jualan, dan ini pengakuannya melalui chat WA

testimoni soft selling jualan online

Behavior Pengguna Media Sosial


Perilaku masyarakat kita dalam menggunakan media sosial sangat berpengaruh dalam menentukan bagaimana cara berinteraksi dengan mereka. Kebanyakan orang saat ini menggunakan media sosial sebagai kebutuhan eksistensi.

Mungkin Anda sering melihat, apapun aktivitas yang dilakukan orang-orang, mereka senang upload foto atau sekedar menulis status di Facebook untuk menunjukkan eksistensi dirinya dimata orang lain. Interaksi seperti ini pada akhirnya seolah-olah membentuk satu kebiasaan, jika kita ingin mengetahui kabar terbaru seseorang maka cukuplah dengan mengintai update terbaru di akun media sosial orang tersebut.

Dalam bahasa kerennya kita sering menyebutnya dengan "kepo". Ya, seperti itulah behavior (perilaku) umum masyarakat saat ini dalam menggunakan media sosial.

Ini merupakan insight (wawasan) bagi kita sebagai penjual online. Terutama dalam membuat postingan produk yang sedang kita pasarkan. 

- Soft Selling


Mulai saat ini, rubahlah gaya Anda ketika menulis kalimat promo di media sosial, dari hard selling menjadi soft selling. Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan perbedaan keduanya, secara sederhana, soft selling adalah gaya jualan tapi tidak terlihat seperti jualan. Atau bahasa lainnya kita tidak vulgar dalam menawarkan produk kita.

Caranya?

Kemas kalimat Anda menjadi cerita menarik yang membuat penasaran orang lain. Sehingga secara tidak sadar mereka membaca seluruh postingan Anda sampai habis. 

Baca juga: Begini Cara HALAL Memanfaatkan Kompetitor untuk Keuntungan Bisnis Anda

Menurut Anda, apa penyebab sinetron dan telenovela masih tetap laku di Indonesia? 

Jawabannya ya itu tadi, karena masyarakat kita ini kepo. Memiliki rasa penasaran terhadap kisah selanjutnya. Setiap episode ditunggu-tunggu, hanya sekedar ingin mengetahui bagaimana lanjutan ceritanya. Walhasil, saat ini di TV muncul tuh telenovela-telenovela import, misalnya drama Turki dan India yang sangat digemari oleh masyarakat, padahal kalo saya pribadi, nontonnya aja males.. karena ggerakan mulut sama suaranya kan gak sama. :) 

Disipilin ilmu yang secara umum mempelajari cara menulis disebut dengan "copywriting". Silahkan, Anda bisa browsing di google untuk menggali lebih dalam lagi mengenai hal tersebut.

Sampai disini, di benak Anda mungkin mulai muncul pertanyaan "bagaimana menerapkan soft selling di media sosial?"

Yuk lanjutkan lagi untuk membaca yaa.

Cara Jualan Soft Selling di Media Sosial


Soft selling yang paling mudah adalah dengan membuat story telling (bercerita). Apa yang harus Anda angkat sebagai bahan cerita? Tentunya akan lebih baik lagi jika topiknya seputar kehidupan diri Anda, dan pilihlah cerita yang berkaitan dengan produk Anda.

Misalnya, Anda menceritakan bagaimana perjuangan Anda ketika mendapatkan pelanggan pertama pada saat baru memulai jualan online. Atau Anda bercerita betapa menyebalkan ketika harus mengantri panjang di agen ekspedisi pengiriman saat akan mengirim produk pesanan kepada pembeli.

Mungkin Anda Tertarik Ini : 3 Cara Promosi Murah untuk yang Minim Modal

Pada saat Anda bercerita, sebutlah merk produk, sebut juga keunggulan produk Anda dibandingkan yang lain.

Dengan cara ini, mereka yang membaca kalimat soft selling akan berfikir bahwa mereka sedang membaca kisah diri Anda, padahal sebenarnya....secara tidak sadar mereka sedang diajak untuk mengetahui produk apa yang Anda jual. Oiyal, jangan lupa, upload juga fotonya yang sesuai dengan cerita Anda.

Sampai sini makin paham kan?

Soft selling itu salah satu cara meningkatkan traffik generate. Karena sifatnya soft, maka tidak ada ajakan untuk membeli. Biarkan secara natural orang melihat, menyimak dan menjadi tertarik dengan produk Anda.

Kalau orang cuma baca doang, lalu kapan bisa jualannya dong?

Nah! disini seni nya. Ajakan untuk membeli justru timbul dari si pembaca itu sendiri, bukan dari kita sebagai penjual. Biasanya si pembaca bakal komen "eh itu dimana belinya? mau dooong.." 

Saat sudah seperti itu barulah Anda kasih kontak jualannya, misalnya memberikan nomor WA atau LINE, dan lanjutkan ngobrol dari media tersebut untuk menuju proses CLOSING.

Saya yakin Anda sudah semakin paham sekarang. Mari lanjutkan membacanya.

- Judul Heboh


Makin heboh kalimat pertama, makin membuat orang penasaran untuk membaca kalimat selanjutnya. Apalagi kalau kalimatnya bernada kontroversial. Misalnya, "Hampir aja saya tonjok tuh orang"

Anggaplah kalimat pertama yang Anda tulis sebagai judul. Oiyaa judul disini bukan seperti judul artikel yaa, apalagi judul skripsi. Bukan, tapi kalimat pertama. Kita anggap itu sebagai judul yang harus memancing rasa penasaran dan mengaktifkan tombol "Kepo Mode On" kepada si pembaca.

- Topik Privasi


Semakin privasi, semakin orang lain kepo abiss terhadap apa yang Anda tuliskan di media sosial. Aneh memang yaa.. orang-orang cenderung lebih suka melihat tulisan orang lain yang nyerempet-nyerempet ke aib pribadi. 

Topik ini harus dikemas sedemikian rupa, agar pada awal kalimat terkesan hal tabu dan negatif namun secara keutuhan cerita ternyata hal yang positif. Bagi Anda yang masih belajar menulis story telling, mesti hati-hati, jangan sampai jadi beneran cerita aib sendiri di media sosial nih.

Okey.. sampai disini dulu yaa, sudah kepanjangan nih menulis artikelnya. Mungkin tidak semua apa yang saya tulis bermanfaat untuk Anda, tapi semoga ada satu atau dua point yang menjadi inspirasi untuk Anda belajar lebih giat lagi.

Dengan kesaksian salah satu sahabat saya diatas, semoga bisa menjadi penyemangat untuk Anda belajar soft selling, agar penjualan terus meningkat karena dengan soft selling lebih mudah menjangkau banyak prospek calon pembeli.

Oiya.. mau saya contohkan bagaimana menulis soft selling untuk jualan? Kalau mau silahkan tinggalkan komentar "MAUUUU" di kolom bawah artikel ini yaaa..

Baca Juga: Mau Penghasilan Tambahan 3-5 Juta Tiap Bulan?

Awas! Jangan Iklan di Facebook Ads Sebelum Tahu 3 Hal ini

iklan facebook pemula, cara iklan di facebook, tips facebook ads


Facebook ads kini menjadi tools marketing populer digunakan untuk media promosi bisnis. Dengan semakin bertambahnya pengguna facebook setiap tahunnya rupanya memberikan peluang market tersendiri bagi para pelaku bisnis terutama bisnis online. Bayangkan, pada akhir 2016 yang lalu pengguna Facebook di Indonesia mencapai 88 juta pengguna aktif. (sumber)

Jumlah yang sangat fantastis bukan?

Sekarang coba Anda fikirkan, apa jadinya jika produk atau jasa yang Anda jual diketahui oleh 88 juta orang se Indonesia. Jika Anda menguasai 1% nya saja sebagai target market jualan, artinya produk Anda akan dilihat oleh 880.000 orang se Indonesia. Dan bagaimana jika dari 880.000 orang yang mengetahui produk Anda tadi, 1% nya lagi ternyata tertarik dan bertransaksi dengan Anda? Itu artinya ada 8.800 transaksi masuk setiap harinya.

Sampai disini mungkin Anda semakin sadar begitu besarnya peluang facebook sebagai market bisnis online.

Namun meski demikian, ternyata tidak semua orang yang beriklan di facebook lantas serta merta mengalami peningkatan penjualan secara drastis. Beberapa teman saya yang sekedar mencoba-coba membuat iklan pertamanya di Facebook ternyata tidak mendapatkan hasil apa-apa kecuali kehilangan uangnya untuk membayar iklan. Akhirnya dia kapok...!

Nah.. melalui artikel ini, saya ingin berbagi kepada Anda pembaca setia blog onino.web.id tentang 3 hal yang harus Anda tahu sebelum membuat iklan melalui Facebook Ads.

1.  Pahami Sudut Pandang Beriklan di Facebook


Bagi pengguna facebook pada dasarnya menggunakan media sosial bukan untuk kepentingan belanja ataupun berbisnis. Umumnya mereka akses facebook karena ingin melihat teman-temannya di dunia maya. Terlibat obrolan langsung dengan sahabat-sahabat semasa SMA atau SMP dulu.

Ilustari jelasnya seperti ini..

Pengguna facebook itu ibarat orang yang sedang berkendara di jalan raya. Orang di jalan raya yang begitu padat, masing-masing dengan tujuannya yang sudah pasti berbeda. Lalu ada lampu merah, dan saat semua pengendara berhenti. Beberapa pedagang asongan menawarkan air minum dan makanan ringan.

Jika Anda kebetulan sedang haus di kendaraan, mungkin Anda jadi tertarik dengan pedagang asongan tersebut karena di tangannya membawa beberapa botol minuman yang terlihat dingin dan menyegarkan. Hingga akhirnya Anda memanggil salah satu pedagang dan mulai membeli produknya, dan terjadilah transaksi jual beli. Anda membeli salah satu air mineral botol karena kebetulan di mobil tidak ada air minum dan Anda sendiri merasa haus.

Baca juga: Penjualan Meningkat 20% Dengan Memanfaatkan Database Pembeli

Coba amati dengan seksama...

Sebetulnya, sejak Anda berangkat dari rumah tujuannya bukan membeli air mineral dari pedagang asongan bukan? Bisa saja tujuan Anda sebenarnya adalah berangkat menuju kantor. Namun di tengah perjalanan Anda membeli air minum karena melihat pedagang asongan dan pas saat itu Anda sendiri merasa haus.

Nah.. sampai disini saya harap Anda sudah paham. Tidak semua orang yang melihat iklan di Facebook akan tertarik begitu saja apalagi sampai bertransaksi membeli produk Anda. Karena bisa jadi, saat itu dirinya tidak membutuhkan produk Anda.

Jadi ketika Anda membuat iklan di Facebook harus memahami kondisi pengguna tadi. Oleh sebab itu, buatlah iklan yang menarik dari segi gambar maupun teks yang dituliskan. Dan untuk meningkatkan hasrat pengguna Facebook membeli produk, berikan penawaran khusus semisal diskon atau beli 1 gratis 1.

2. Kenali Tujuan Spesifik Anda Beriklan


Banyak orang yang memulai membuat iklan di Facebook dengan tujuan umum yaitu menjual secara cepat dan banyak. Ini bukanlah tujuan spesifik!

Jika Anda pernah membaca ebook saya yang berjudul "Tingkatkan Penjualan dengan Sales Funnel" tentu sudah paham bahwa ada beberapa proses yang harus dilalui sebelum terjadi transaksi penjualan itu terjadi.

Anda tidak bisa hanya sekedar menggelar lapak dagangan di Facebook sementara pengguna lain hanya lewat saja di beranda. Jualan di Facebook sangat berbeda dengan jualan di pasar, Jika di pasar Anda cukup menggelar lapak dan orang-orang lah yang akan menghampiri lapak Anda. Karena orang yang datang ke pasar sudah pasti dia adalah orang yang siap membeli.

Baca juga: Iklan Facebook Memang Penting Tapi Itu Bukan yang Terpenting

Dengan mengenali tujuan spesifik akan membantu Anda membuat target iklan yang tepat sasaran. Beberapa contoh tujuan iklan adalah sebagai berikut:
  1. Menambah jumlah like Fanpage Anda
  2. Membuat pengguna membaca Facebook post di Fanpage Anda.
  3. Membuat pengguna melakukan like, share dan comment pada Facebook post  Anda
  4. Membuat pengguna keluar dari Facebook dan membaca post di website Anda
  5. Mengumpulkan email pengguna sebagai database prospek
  6. Menarik minat pengguna membeli produk Anda
  7. Mengajak pengguna mengikuti event/promosi Anda tawarkan.
Bagaimana? Sudah mulai terfikirkan apa tujuan spesifik iklan Anda?

Dengan mengenali tujuan spesifik, selain membantu Anda mengoptimasi iklan dapat juga membantu Anda dalam melakukan analisa terhadap data yang dihasilkan dari iklan Anda.

3. Siap-siap Bakar Uang


Minimal biaya facebook ads adalah Rp 10.000 perhari. Dengan uang tersebut, Anda harus benar-benar bisa menganalisa apakah iklan Anda dapat mencapai tujuan atau belum. Karena jika tidak, itu sama saja Anda membakar uang sia-sia. 

Pembayaran facebook ads bisa melalui rekening bank lokal (sistem prabayar), atau menggunakan credit card (pascabayar). Untuk cara melakukan pembayaran facebook ads mungkin bisa Anda cari tutorialnya di internet. Karena saya tidak akan menjelaskan hal itu sekarang.

Pada point ke-3 ini saya akan menekankan mengenai mental Anda ketika beriklan. Karena ada banyak orang yang langsung pesimis saat pertama kali beriklan hanya karena tujuannya tidak tercapai sementara biaya iklan tetap harus dibayar.

Saat Anda beriklan di facebook pada dasarnya Anda sedang membeli data. Dari data tersebut Anda bisa melakukan analisa dan menarik kesimpulan untuk optimasi iklan selanjutnya. Jadi, hampir bisa dipastikan untuk mendapatkan iklan yang bagus tidak bisa dengan hanya sekali beriklan saja. Butuh riset berkali-kali, analisa, optimasi, iklan lagi, analisa lagi dan optimasi lagi.

Baca juga: Cara Atasi Fanpage Facebook Unpublished

Anda harus siap dengan hal ini. Jangan mudah menyerah ketika iklan pertama Anda belum memuaskan. Anda hanya perlu mencoba dan mempelajarinya kembali. Tidak ada istilah bakar uang saat beriklan jika data yang Anda dapatkan dari iklan benar-benar digunakan sebagai data pendukung untuk mengambil keputusan.

Saya kira, dari ketiga point diatas sudah bisa memberikan sedikit gambaran kepada Anda yang saat ini ingin belajar beriklan di Facebook ads. Jangan berhenti dan mudah menyerah. Teruslah belajar dan berproses. Karena pada dasarnya, peningkatan pendapatan bisnis Anda akan mengikuti peningkatan skill dan kompetensi Anda sebagai pebisnis.

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar di bawah ini, mari berdiskusi.

Maksimalkan Foto dan Caption untuk Promosi LINE@ (Part-3)

Hallo sobatpreneur,

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Optimasi Paid Promote untuk Menambah Adders LINE Official Anda (Part-2). Terima kasih bagi yang sudah setia menunggu hingga artikel ini saya tulis. Seperti pada janji saya sebelumnya, kita akan bahas bagaimana cara membuat foto dan caption untuk paid promote LINE@,

Jika Anda pemilik akun bisnis LINE@ dan ingin menambah adders dengan cara promosi berbayar ke akun LINE publik, sebaiknya pilih topik menarik yang dapat dijadikan bahan untuk promosi berbayar.

Ini sangat penting untuk diperhatikan. Jangan Anda langsung menjadikan foto produk sebagai bahan untuk promosi. Karena tipe paid promote seperti ini sangat tidak efektif untuk menambah adders. Anda dapat mencari topik lain yang dirasa menarik serta masih berkaitan dengan produk Anda.

Ingat!! Orang tidak suka dengan iklan, dan orang tidak suka disuruh beli produk. Oleh sebab itu Anda harus kreatif mencari topik lain. Dan satu hal lagi, tujuan Anda paid promote adalah menambah adders LINE Offical, bukan langsung jualan. 

Misalnya saja Anda menjual sepatu pria, maka Anda bisa menjadikan informasi tentang cara mengikat tali sepatu tercepat sebagai topik untuk memancing rasa penasaran. 

Buat foto menarik, misalnya dengan menggunakan foto seperti ini

Contoh foto
Lalu saya menambahkan caption untuk lebih memperkuat rasa penasaran. Kira-kira seperti ini caption-nya:

Percaya atau tidak, riset membuktikan bahwa 8 dari 10 Pria telah SALAH dalam mengikat sepatu. Dan sebagian besar terjadi semenjak mereka usia Sekolah Dasar.

Nah lhoo.. coba cek videonya cara mengikat tali sepatu dengan benar dan cepat

Klik disini
http://line.me/ti/p/%40sepatupria99
http://line.me/ti/p/%40sepatupria99

Pastikan Anda bukan salah satu dari 8 orang yang salah mengikat tali sepatu.

Lalu pada akun jualan saya kasih link video di greeting message. Jadi ketika ada orang yang follow akun jualan saya langsung dikirim pesan otomatis yang berisi link video tadi.

Kalau orang sudah add LINE Official Anda berarti dia sudah bisa menerima broadcast pada saat ada produk baru. Itu artinya prospek untuk calon pembeli semakin bertambah juga.

Jadi kesimpulannya begini, ketika Anda ingin paid promote, lakukan 5 hal berikut ini:

1. Kenali tujuan Anda paid promote.
2. Cari akun publik yang sesuai dengan target market Anda.
3. Pilih topik menarik dan unik
4. Buat foto untuk memperkuat rasa penasaran
5. Tulis caption dalam bentuk penggalan cerita. Jadi ketika orang ingin mengetahui kelanjutan ceritanya harus follow akun LINE Anda

Baiklah, artikel ini adalah part-3 sekaligus bagian terakhir yang membahas strategi paid promote LINE@. Saya harap Anda dapat memahami apa yang saya tulis dan informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Oiyaa jika Anda berminat paid promote di akun publik saya, silahkan komen di bawah artikel ini yaaa. Sebutkan juga tipe akun Anda apa. Apakah akun publik atau akun bisnis?

Klik disini http://line.me/ti/p/%40ycy3953c

Baca part lainnya : Teknik Promosi Berbayar LINE@ untuk Menambah Adders (Part-1)

Optimasi Paid Promote untuk Menambah Adders LINE (Part-2)

Setelah pada postingan sebelumnya saya menjelaskan beberapa kesalahan dalam melakukan paid promote LINE Official, sesuai janji saya, saatnya kini untuk membahas cara membuat caption dan foto menarik untuk paid promote.

Sebelum memulai membuat caption, mohon kenali terlebih dahulu apa tujuan Anda memperbanyak adders LINE Official.

  • Apakah untuk jualan produk?
  • Bisnis jualan database? atau,
  • Untuk membangun komunitas?
Dengan melakukan hal ini akan membantu Anda membuat foto dan caption yang sesuai dengan tujuan.

Ada dua kategori akun LINE Official yang saat ini banyak aktif. Pembagian dua kategori ini secara umum saja, saya tidak membaginya secara detail.

Kategori akun publik


Adalah akun besar yang mengangkat topik-topik tertentu. Misalnya tentang tips bisnis, akun tentang keagamaan, akun hiburan (humor dan berita gosip). Tujuan dibuat akun publik adalah untuk memperbanyak adders. 

Mereka secara rutin posting konten setiap hari, berbagi informasi menarik. Semakin unik informasinya maka akan semakin menarik dan membuat orang lain ingin follow/add.

Akun publik ini biasanya dibuat akun buzzer, yaitu akun yang menerima jasa promosi akun LINE Official lainnya. Tarifnya beraneka ragam, semakin banyak adders mereka maka akan semakin tinggi biaya promosi di akun tersebut.

Bagi Anda pemilik akun publik, membuat caption dan gambar menarik tidak serumit pemilik akun bisnis.

Seorang Admin akun publik hanya perlu membuat foto yang bisa memunculkan rasa penasaran bagi yang melihatnya, dan menulis caption dengan judul yang membuat orang kebelet untuk follow akun publik Anda. Seperti contoh berikut.

Contoh foto
Saya menggunakan foto diatas untuk melakukan paid promote ke salah satu akun publik. Dan dengan menulis caption sebagai berikut:

Pria Ini Terkejut, Berjumpa Dengan Malaikat Maut yang Akan Mencabut Nyawanya.

Alkisah pada masa Nabi Sulaeman ada seorang pria yang terkejut bertemu dengan malaikat maut yang akan mencabut nyawanya. Karena ketakutan, si pria meminta kepada Nabi Sulaeman untuk mengirim dirinya ke suatu negeri yang jauh dari tempat tersebut. Dengan tujuan menghindari malaikat maut.

Kemudian Nabi Sulaeman mengabulkan permintaannya, dan atas izin Allah pria tersebut dalam sekejap mata sudah berada di negeri yang jauh dari keberadaan malaikat maut.

Namun apa yang terjadi....ternyata...

Baca lanjutan kisahnya,
Go Follow
http://line.me/ti/p/%40ycy3953c
http://line.me/ti/p/%40ycy3953c

Setelah saya paid promote menggunakan foto dan caption tersebut, akun LINE Official saya bertambah adders sampai 1300 orang. Wuiiihh lumayan juga kan?

Dengan memancing rasa penasaran yang kuat, orang-orang akan follow akun kita. Dan pada saat mereka follow, saya berikan URL untuk membaca lanjutan ceritanya yang saya tulis di greeting message.

Jadi saat orang pertama kali add langsung dikirim greeting message tersebut, dan bisa melanjutkan membaca ceritanya. Dan yang terpenting, dia sudah menjadi adders kita. Hehe

Kategori akun bisnis


Akun bisnis ini seringkali dimiliki oleh para pelaku bisnis online. Mereka menjadikan Line sebagai salah satu media untuk dapat terhubung dengan calon pembeli.
Tentu saja, bagi pemilik akun bisnis semakin banyak adders maka akan semakin luas menjangkau prospek pembeli dan akan semakin tinggi peluang terjadinya penjualan.

Lalu bagaimana membuat foto dan caption dengan Tipe Akun Bisnis seperti ini?

Strategi Paid Promote untuk Menambah Adders LINE (Part-1)

cara promosi line at, paid promote line-at, promosi berbayar line official


Sobatpreneur..

Saat saya membuka jasa paid promote untuk LINE, ternyata banyak pengguna jasa saya yang masih kurang optimal dalam memanfaatkan paid promote. Akibatnya penambahan adders yang didapatkan pun tidak terlalu memuaskan. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menerima jasa terlebih dahulu. Karena, keberhasilan paid promote sangat bergantung kepada foto dan caption yang digunakan untuk promosi.

Sebanyak apapun akun publik yang mempromosikan LINE Anda, jika foto dan caption tidak menarik sudah pasti penambahan adders hanya beberapa saja atau bahkan tidak ada. Padahal Anda sudah mengeluarkan uang untuk bayar jasa. Sayang sekali bukan?

Jika Anda saat ini ingin menambah adders LINE dengan melakukan promosi berbayar (paid promote), ada baiknya menyimak terlebih dahulu kiat-kiat melakukan paid promote yang efektif seperti apa. Karena pada dasarnya, Anda tidak membayar penambahan adders, melainkan membayar jasa post iklan dan BC. Maka sekali lagi saya tegaskan : 

Sukses atau tidak Paid Promote tergantung dari bagaimana Anda membuat foto dan caption yang menarik.

Saya akan menjelaskannya kepada Anda melalui artikel ini. Namun saya juga ingin meminta bantuan kepada Anda untuk menyebarkan artikel ini melalui sosial media. Bersediakah Anda membantu? klik saja salah satu tombol share pada bagian bawah artikel setelah Anda selesai membaca.

Jika tidak bersedia, Anda tidak perlu melanjutkan membaca artikel ini

Namun jika tidak keberatan silahkan dilanjut. Karena saya percaya, Anda orang baik dan akan membantu saya. Terima kasih sebelumnya yaa :)

Mari kita lanjutkan pembahasan.


3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Promosi Berbayar di LINE (Paid Promote)


1. Langsung jualan (Hard selling)


Saya pernah menerima jasa PP dan salah satu klien mengirimkan foto dan caption langsung jualan. Ya! Fotonya berupa produk, kemudian caption berupa keterangan produk beserta informasi cara ordernya.

Tidak ada orang yang senang disuruh beli ini dan itu, dan tidak ada juga orang yang senang dengan iklan. Oleh karena itu, jenis foto dan caption langsung jualan sangat sedikit sekali menarik minat orang. 

Anda tidak percaya?

Sekarang coba fikirkan, ketika Anda menonton salah satu acara televisi kemudian saat sedang asik nonton tiba-tiba harus terpotong iklan. Anda tentu merasa terganggu bukan? Bahkan tak jarang akhirnya memindahkan channel televisi untuk melihat program lain daripada harus menonton iklan.

Atau bisa juga ketika Anda sedang asik menonton video di youtube, tiba-tiba iklan muncul. Lalu apa yang Anda lakukan? Membiarkan iklan tersebut tayang sampai akhir atau memencet tombol "SKIP" (Lewati iklan) ??

Sudah jelas bukan? Menggunakan foto dan caption dengan isi iklan jualan tentu tidak akan membuat orang tertarik untuk follow akun LINE OFFICIAL Anda. Jangan sampai paid promote Anda boncos, alias tidak memberikan penambahan adders yang signifikan.

2. Salah pilih Akun Publik Sebagai Media Paid Promote


Perlu diketahui, bahwa aders pengguna di LINE yang akunnya Anda bayar untuk jasa promosi itu terdiri dari berbagai kalangan. Baik itu jenis kelamin, usia, maupun ketertarikan masing-masing pengguna. Tentunya ini tidak efektif ketika Anda menjual produk yang tujuan pembelinya mengarah pada target pasar khusus misalnya para ibu-ibu, sedangkan kebanyakan addersnya adalah remaja atau anak kuliahan.

Anda harus menyesuaikan target iklan dengan produk Anda. Jika Anda menjual hijab atau aksesoris kerudung silakan untuk melakukan promosi berbayar dengan akun-akun dakwah islami. Karena pengguna kerudung adalah perempuan muslim saja, maka Anda harus memilih adders yang banyak perempuan muslimnya. Dengan begitu antara produk dan adders menjadi tertarget, dan peluang terjadinya penjualan lebih besar.

Sampai sini paham?


3. Asal Murah


Tidak sedikit orang yang memutuskan untuk memilih akun publik sebagai media promosi berbayar hanya berdasarkan harga murah. Padahal keberhasilan promosi berbayar bukan dari seberapa murah Anda membeli jasa, melainkan dari seberapa efektif penambahan adders setelah Anda melakukan promosi berbayar.

Memilih yang murah memang tidak salah, bagus malahan, Tapi jangan lupa inti dari promosi berbayar Anda adalah menambah adders LINE, bukan membayar murah namun tanpa hasil yang memuaskan.

Berhasil atau tidaknya adders Anda bertambah bukanlah tanggung jawab pemilik akun publik LINE yang Anda gunakan jasanya untuk promosi. Kewajiban seorang admin akun publik hanya sebatas memposting iklan Anda.

Sesuaikan topik akun LINE yang akan Anda pilih sebagai jasa promosi berbayar dengan kebutuhan Anda dalam mencari calon pembeli/pelanggan. Bukan asal murah yaaa :)

Lalu bagaimana cara efektif membuat foto dan caption yang menarik agar saat Anda paid promote banyak mendapatkan adders baru? 

Saya akan menjelaskan bagaimana caranya setelah banyak yang share artikel ini di sosial media , sesuai janji Anda pada saat awal membaca tulisan ini.

Setelah Anda share artikel ini, silahkan baca lanjutannya >> Strategi Paid Promote untuk Menambah Adders LINE (Part-2), spesial untuk Anda yaa. 

Kenapa Harus Membuat Akun Bisnis Anda Di Berbagai Sosial Media?

logo all social media

Mungkin Anda pernah berfikir bahwa membuat satu akun sosial media saja sudah cukup. Dan ketika Anda melihat kompetitor memiliki beberapa akun sosial media di setiap platform, Anda menganggap itu hanyalah membuang-buang waktu dan tenaga. Karena mengurus sosial media untuk jualan online memerlukan pengorbanan waktu dan tenaga yang tidak bisa dibilang sedikit.

Padahal pemikiran Anda sangat keliru. Engagement adalah sebuah taktik pemasaran yang perlu Anda ketahui saat ini. Sekarang adalah jamannya internet yang akan memudahkan seorang marketer untuk melakukan Engagement Marketing.

Engagement adalah proses pemasaran yang melibatkan calon pembeli. Antara penjual dan calon pembeli berinteraksi hingga akhirnya melakukan transaksi jual-beli. Dengan membuat berbagai akun di platform sosial media yang berbeda maka akan memperbesar peluang interaksi dengan banyak calon pembeli.

Coba saja Anda bayangkan, antara Anda memiliki 1 toko dengan memiliki 5 toko, kira-kira mana peluang yang lebih menjanjikan mendatangkan pembeli baru setiap harinya?

Ya! Saya kira Anda satu pemikiran dengan saya. 5 Toko berpeluang lebih besar dalam meraup kuantiti penjualan dibandingkan dengan hanya memiliki satu toko saja.

Baca juga: Manfaatkan Update Status Facebook untuk Pemasaran Bisnis Anda

Lagipula, tidak semua orang menggunakan instagram, tidak semua orang menggunakan facebook, tidak semua orang menggunakan line, dan tidak semua orang menggunakan twitter. Ini artinya beberapa orang hanya menggunakan salah satunya saja.

Dengan adanya akun jualan online di berbagai media sosial memungkinkan brand toko Anda lebih cepat dan mudah diingat. Konon katanya, ingatan seseorang akan lebih melekat jika informasi baru yang masuk ke dalam fikirannya terus diulang selama 3 kali. Mungkin ini juga yang membuat beberapa brand besar yang sudah beriklan di TV namun masih tetap memasang iklan billboard di pinggir jalan dan beberapa media cetak.

Semakin sering orang melihat dan mendengar brand toko online Anda, semakin melekat ingatan orang-orang terhadap produk yang Anda jual.